Jati Diri Wanita sebagai Muslimah

Maryam kan dirimu 

Dengan menjaga kesucian 

Asiyah kan dirimu 

Dengan sabar dan ketabahan 

Hajarkan dirimu 

Dengan patuh dan pengorbanan 

Khodijah kan dirimu 

Dengan taat dan menentramkan 

Aisyah kan dirimu 

Dengan cinta dan kecerdasan 

Fatimah kan dirimu 

Dengan ikhlas dan kebaikan 

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia

Kesucian yang kau jaga selama ini hanya untuk suamimu kelak.

Mempertahankannya memang sulit, tapi berusaha mengistiqomahkannya lebih indah.

Jadilah engkau seperti Ibunda Maryam yang tak pernah di sentuh oleh laki-laki manapun.

Bukan karena tak ada laki-laki yang tak mau denganmu, tapi karena kewajibanmu tuk menjaga kesucian karena Tuhanmu.

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia

Sabar dan tabahkanlah dirimu hanya untuk Allah semata.

Seperti ibunda Asiyah, meski kemungkaran nampak di depan mata, namun ternyata kesabaran dan ketabahan menjadi jalan taat pada tuhannya.

Bersabarlah ketika menjalankan apa yang Allah titahkan pada kita. Bersabarlah ketika menjauhi apa yang Allah larang atas diri kita. Dan bersabarlah dengan apa yang telah Allah gariskan untuk kita.

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia.

Jadikan kepatuhanmu yang luar biasa dan pengorbananmu yang tak terhingga sebagai bukti cintamu pada-Nya.

Seperti ibunda Hajar, yang patuh pada perintah suaminya meski harus ditinggal di tempat yang gersang.

Kepatuhannya pada Ibrahim tidak semata kepatuhan seorang istri pada suaminya, melainkan kepatuhan seorang umat pada rasulnya.

Pengorbanan yang dilakukannya bukan karena ia tak sayang pada anaknya, bukan karena ia tega melihat anaknya di sembelih, tapi karna yakin itu adalah titah tuhannya.

Pengorbanannya telah mampu menyembelih kecintaannya pada anaknya, pada harta berharga yang dimilikinya, menjadikannya sebagai muslimah yang teruji ketaatan dan ketakwaannya.

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia

Ketaatanmu pada suamimu karena taatmu pada Allah dan rasulnya.

Jadikan dirimu seperti ibunda Khadijah yang senantiasa taat pada Muhammad, tidak hanya ketaatan pada suami tapi karena taat pada rasul pula.

Menemani rasul kala yang lain menjauh.

Mengimani rasul kala yang lain mengkafirkan.

Memberikan seluruh hartanya kala yang lain memboikot, memberikannya keturunan sebagai penerus perjuangan.

Itulah yang membuat ibunda Khadijah begitu dicintai rasul. bersamanya ada ketenangan yang di rasa, bersamanya ketentraman selalu ada.

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia

Seperti ibunda Aisyah, cintamu bukan karena nafsu semata. tapi cintamu pada yang lain karena cintamu pada Allah dan Rasul-Nya.

Cintamu bukan cinta yang membawa maksiat, tapi cinta yang mendatangkan hikmat.

Cintamu bukan cinta yang menggiringmu pada neraka tapi cinta yang menuntunmu pada surga-Nya.

Belajarmu, cerdasmu, bukan untuk meniti karirmu.

Kecerdasan yang kau miliki bukan untuk menandingi suamimu, melainkan karna engkau sadar bahwa dari rahimmulah kelak kan lahir generasi yang hebat.

Kecerdasanmu bukan karna untuk popularitasmu, tapi karna engkau sadar bahwa engkaulah madrasah pertama bagi anakmu.

Wahai wanita muslimah, engkaulah bidadari dunia.

Keikhlasan dan kebaikanmu kan menjadikanmu wanita yang terpuji.

Kemurnian cinta, menjadikanmu terpelihara.

Yakin dan tanamkan bahwa dalam diri kita ada sosok ‘Maryam’, ‘Asiyah’, ‘Hajar’, ‘Khadijah’, ‘Aisyah’, dan ‘Fatimah’. Kita mampu menjadi wanita muslimah dambaan Allah. Menjadi muslimah salehah sebagai bidadari dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *