You Are The Pearl

Kaulah Mutiara Itu

“Keluarlah dari zona nyamanmu, karena kau terlalu berharga untuk bersembunyi”

Ketika mendengar nama mutiara, apa yang terbayang di benak anda? Sesuatu yang indah? Berkilau? Bernilai mahal?

Ya, jika itu jawaban anda berarti kita memiliki pemikiran yang tak jauh berbeda. Setiap orang ketika mendengar nama mutiara pasti kata-kata atau karakteristik yang tadi di sebutkanlah yang akan muncul di benaknya.

Coba kita bayang ketika kita memasuki sebuah toko perhiasan. Didalamnya terdapat banyak mutiara yang tersimpan dalam etalase. semuanya berkilauan, indah. Memancarkan makna yang sempurna jika kita bisa menjadi sebuah mutiara.

Namun, tahukah anda apa yang ada di balik sebuah mutiara? bagaimana proses ia menjadi sebuah mutiara? Banyak orang yang tahu tentang proses pembentukan mutiara, namun tak banyak orang yang tau tentang bagaimana makna yang terkandung dalam proses penciptaannya.

Mari kita tengok sebuah proses panjang dan penuh perjuangan untuk bisa menjadi mutiara.

Disebuah laut yang jauh dikedalaman. Tinggalah sekelompok kerang. Diantara mereka ada sebuah sekualga kerang yang sedang mencari makan. Mereka membuka dan menutup bagian luar kerang untuk bisa mendapat makanan. Buka, tutup. Buka, tutup. Buka, tutup. Buka, tutup. Dan tiba-tiba saat kerang itu membuka ada sebuah pasir yang masuk kedalam tubuh kerang si anak.

Si anak mengatakan, “Aduh, bunda. Sakit. Ada pasir yang masuk ke tubuhku bunda. Sakit” teriak anak kerang pada bundanya.

“Sabar nak. Kita tidak diberikan anggota tubuh untuk bisa mengeluarkan benda yang masuk ke tubuh kita. Kita hanya bisa sabar dan bertahan dengan benda yang masuk ke tubuh kita meski kita terasa sakit.”

“bunda, sakit bunda..”

“Sabar sayang. Berikan kebaikan pada apa yang membuat kita sakit. Jika kamu bisa melakukan hal itu maka kamu akan lupa rasa sakit yang kamu derita.”

Kerang tersebut tetap meringis kesakitan. Namun tak banyak yang bisa ia lakukan. ia terus menangis dan bertahan. Mencoba mematuhi apa yang bundanya katakan. Memberikan kebaikan pada pasir yang telah membuat dirinya sakit.

Ia selalu melapisi butiran pasir tadi dengan air matanya sampai ia tak lagi merasakan sakit. Hingga pada akhirnya terbentuklah benda bulat yang bersinar dari tubuhnya. Mutiara. Ia merasa dirinya begitu bermakna karena benda yang ada pada dirinya. Kerang tadi sadar bahwa kini ia berharga meski awalnya sakit.

Dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa untuk menjadi sosok yang begitu ‘indah’ tentulah harus melewati proses yang menyakitkan. Kisah kerang tadi tak ubahnya seperti diri kita. Agar kita bisa menjadi sebuah ‘Mutiara’ maka akan ada proses yang kita lewati. Meski proses tersebut menyakitkan kita, namun berusaha sabar dan terus memberikan yang terbaik, maka kelak kita akan menjadi mutiara tersebut.

Untuk bisa sukses tentu tidaklah mudah. Akan ada banyak proses yang kita jalani, akan ada banyak air mata yang keluar, akan ada banyak perjuangan dan pengorbanann yang kita lakukan. Semua itu tentu tak terlepas pada niat kita. Karena untuk menjadi sebuah ‘mutiara’ tidak cukup dengan berdiam diri. Tidak cukup hanya dengan ongkang-ongkang kaki. Apapun yang menjadi halangan dan rintangan, hadapi saja! Karena pelaut yang hebat tidak lahir dari ombak yang tenang. Begitupun dengan orang yang sukses, mereka tidak lahir dari keadaan yang tak menekan mereka.

Tekanan dan kesulitan akan membuat kita menjadi tahan terhadap ujian dan cobaan. hal itulah yang akan membuat kita kuat.

So, teruslah melangkah, jangan biarkan dirimu terkubur dalam mimpi-mimpimu. Teruslah melangkah, karena impianmu telah menantimu di depan sana. Teruslah melangkah karena kau adalah mutiara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *